Meisita Lomania, Raffi Ahmad, dan Irfan Hakim Panik saat Umrah, Muncul Peringatan Serangan Udara
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Perjalanan ibadah umrah Meisita Lomania, Raffi Ahmad, dan Irfan Hakim di Arab Saudi mendadak diwarnai ketegangan. Rombongan selebritas Indonesia tersebut menerima peringatan ancaman serangan udara saat dalam perjalanan menuju Kota Ta'if, sehingga memutuskan untuk berbalik arah demi keselamatan. Senin (26/10/2026).
Peristiwa menegangkan itu diungkapkan Meisita Lomania melalui cerita mengenai pengalaman yang dialaminya bersama rombongan umrah. Peringatan darurat yang muncul berulang kali di ponsel membuat suasana perjalanan berubah menjadi penuh kecemasan.
Dalam rombongan tersebut, Raffi Ahmad turut bersama istrinya, Nagita Slavina, dan putranya, Rayyanza. Sementara itu, Irfan Hakim menjalani perjalanan bersama istri, dan Meisita ditemani ibundanya.
Baca: Prilly Latuconsina Nangis Baca Kado Spesial dari Omara Esteghlal, Isinya 30 Bab Penuh Kenangan
Peringatan Serangan Udara Muncul Berulang Kali
Situasi mulai menegangkan ketika rombongan sedang menuju Ta'if. Notifikasi mengenai ancaman serangan udara muncul di ponsel para anggota rombongan secara berulang.
Baca: Usia 60 Tahun Masih Bugar, Shah Rukh Khan Ungkap Rahasia Jaga Tubuh Tetap Fit
Meisita mengungkapkan bahwa peringatan tersebut membuat mereka harus saling menguatkan dan berusaha tetap tenang di tengah ketidakpastian situasi.
"Setiap detik masuk lagi, masuk lagi, masuk lagi gitu. Sama-sama saling menenangin terus ya fokus berdoa. Itu benar-benar berserah diri. Itu benar-benar berserah diri saat itu," cerita Meisita Lomania dilansir dari Selebrita Heits, Senin (26/10/2026).
Menurut Meisita, suasana di dalam rombongan semakin emosional setelah mereka menyadari adanya potensi bahaya. Mereka berusaha menenangkan satu sama lain sembari berdoa agar perjalanan tetap aman.
Baca: Adrian Maulana Rayakan 25 Tahun Pernikahan, Ajak Istri ke Pasar
Sempat Menangis dan Menghubungi Keluarga
Ketegangan yang terjadi membuat sejumlah anggota rombongan diliputi kecemasan. Mereka bahkan menghubungi keluarga di Indonesia untuk menyampaikan kabar sekaligus meminta doa.
Baca: Lesti Kejora Klarifikasi Isu dengan Menantu Siti Nurhaliza, Ini Duduk Perkaranya
Meisita menceritakan bahwa suasana saat itu sangat mengharukan. Beberapa orang menangis karena khawatir terhadap keselamatan mereka selama berada di tengah situasi yang tidak menentu.
"Sudah pada nangis semua. Katanya ya mereka semua pada kirim doa. Pokoknya pada histeris, Kak Gigi, terus Bunda Dela, terus mama aku. Kita kabarinlah semua kita titip-titip. Sama maaf juga kalau ada salah-salah. Pokoknya mereka ya nangis ya terutama mamaku," tuturnya.
Pengalaman tersebut menjadi momen yang membekas bagi Meisita dan anggota rombongan lainnya. Di tengah ancaman yang mereka rasakan, doa dan dukungan keluarga menjadi sumber kekuatan untuk menghadapi keadaan.
Baca: Nikita Willy Ungkap Makna Dakwah Sehari-hari, Akhlak Baik Jadi Sorotan
Rombongan Memilih Putar Balik Demi Keselamatan
Demi menghindari risiko, rombongan akhirnya memutuskan untuk membatalkan perjalanan menuju Ta'if dan kembali ke arah yang dinilai lebih aman.
Baca: Hubungan Zarima Mirafsur dan Yusuf Kartiko Sempat Merenggang, Masa Lalu Kembali Disorot Warganet
Keputusan tersebut diambil setelah mereka memperoleh informasi bahwa wilayah yang menjadi tujuan perjalanan itu termasuk lokasi yang dikaitkan dengan ancaman serangan.
Meisita mengaku bersyukur karena rombongan masih dapat mengubah arah perjalanan sebelum menghadapi risiko yang lebih besar.
"Nah untungnya karena serangan itu, kitanya masih bisa putar balik. Karena ternyata eh titik serangannya adalah di Ta'if. Jadi benar-benar merasa Tuhan menyelamatkan kita semua," ungkap Meisita.
Baca: Akun Sarwendah Kena Report Massal, Fitur Live Streaming Dibatasi hingga Satu Tahun
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan tetap harus menjadi prioritas, termasuk ketika menjalankan ibadah di luar negeri. Kondisi keamanan setempat dan informasi resmi dari otoritas berwenang perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan perjalanan.
Pengalaman yang dibagikan Meisita pun memperlihatkan bagaimana peringatan darurat dapat mengubah situasi perjalanan secara mendadak. Rombongan memilih mengutamakan keselamatan sembari terus berdoa agar seluruh anggota dapat menyelesaikan perjalanan umrah dan kembali ke keluarga dengan selamat. (SM)
