Deretan Artis Dunia Diboikot karena Dukung Israel, dari Gal Gadot hingga Israel Houghton
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Sejumlah selebritas internasional menjadi sasaran kritik hingga seruan boikot akibat sikap dan aktivitas mereka yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel. Kontroversi tersebut berkembang di tengah konflik Israel-Palestina yang terus menjadi perhatian masyarakat dunia. Sabtu (17/10/2026).
Gelombang penolakan terhadap figur publik itu muncul melalui berbagai cara, mulai dari kampanye di media sosial, ajakan tidak menonton karya tertentu, hingga desakan pembatalan pertunjukan dan acara hiburan.
Namun, perlu dibedakan bahwa tidak semua seruan boikot berujung pada pembatalan pekerjaan atau pelarangan resmi. Dampak yang dialami setiap selebritas juga berbeda, bergantung pada pernyataan, tindakan, dan respons publik terhadap mereka.
Baca: Hubungan Zarima Mirafsur dan Yusuf Kartiko Sempat Merenggang, Masa Lalu Kembali Disorot Warganet
Gal Gadot Jadi Sorotan karena Dukungan terhadap Israel
Aktris asal Israel, Gal Gadot, termasuk figur yang menghadapi kritik dari kelompok pro-Palestina. Pemeran Wonder Woman tersebut pernah menyampaikan dukungan kepada Israel setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Baca: Selamat Jalan Doddy Katamsi, Vokalis Elpamas dan Guru Vokal Sejumlah Penyanyi Tutup Usia
Sikapnya memicu reaksi dari sebagian masyarakat yang menilai pernyataan tersebut tidak terlepas dari situasi kemanusiaan di Palestina. Kontroversi itu kemudian turut memengaruhi respons sebagian penonton terhadap film yang dibintanginya.
Meski demikian, kampanye boikot terhadap karya seorang aktor tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh proyek yang melibatkannya mengalami kerugian atau pembatalan.
Noah Schnapp Menghadapi Kritik Penggemar
Baca: Akun Sarwendah Kena Report Massal, Fitur Live Streaming Dibatasi hingga Satu Tahun
Noah Schnapp, aktor yang dikenal melalui serial Stranger Things, juga pernah menghadapi kecaman setelah sikap dan unggahannya mengenai konflik Israel-Hamas menjadi perbincangan.
Kontroversi semakin meluas ketika sebuah video yang memperlihatkan Schnapp bersama sejumlah orang dengan stiker bertuliskan dukungan terhadap Zionisme dan kecaman terhadap Hamas beredar pada November 2023.
Baca: RJ Mitte, Bintang Breaking Bad, Meninggal di Usia 34 Tahun, Polisi Selidiki Penyebabnya
Sebagian penggemar kemudian menyuarakan ketidaksetujuan dan mengancam memboikot serial tersebut. Persoalan ini memperlihatkan bagaimana pandangan politik seorang selebritas dapat memengaruhi hubungan dengan penggemar serta memicu perdebatan mengenai tanggung jawab figur publik.
Brett Gelman Ikut Terseret Kontroversi
Brett Gelman, aktor yang juga dikenal lewat Stranger Things, menghadapi kritik terkait pernyataan dan sikapnya dalam perdebatan mengenai Israel dan Palestina.
Baca: DJ Una Batal Menikah dengan Andi Agum, Tegaskan Tak Ada Orang Ketiga
Kontroversi tersebut turut berdampak pada sejumlah agenda penampilannya. Beberapa toko buku di Amerika Serikat dilaporkan membatalkan acara yang melibatkannya pada 2024.
Gelman sendiri pernah mengaitkan penolakan terhadap dirinya dengan sentimen antisemitisme. Peristiwa ini menunjukkan bahwa polemik seputar konflik Israel-Palestina juga memunculkan perdebatan mengenai kebebasan berpendapat, kritik publik, dan batas-batas boikot.
Baca: Deswita Maharani Bela Syifa Hadju, Sentil Netizen yang Julid soal Suntik Kromosom
Israel Houghton Menghadapi Penolakan Konser di Indonesia
Di Indonesia, penyanyi gospel asal Amerika Serikat, Israel Houghton, menjadi sorotan terkait rencana konsernya bersama grup Israel & New Breed.
Penolakan terhadap kedatangannya berkaitan dengan rekam jejak yang dinilai menunjukkan dukungan terhadap Israel. Pemerintah Indonesia kemudian mengambil sikap terkait rencana kegiatan tersebut dengan mempertimbangkan posisi negara dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Baca: Teuku Ryan Ungkap Kisah Cinta dengan Bella, Berawal dari Teman Lama Sejak 2009
Persoalan ini memperlihatkan bahwa kontroversi selebritas internasional tidak hanya berlangsung di media sosial, tetapi juga dapat berkembang menjadi persoalan perizinan dan penyelenggaraan acara.
Di sisi lain, isu tersebut tetap perlu diberitakan secara cermat dengan membedakan pernyataan pemerintah, desakan kelompok masyarakat, dan keputusan resmi penyelenggara.
Baca: Sengketa Erin dan Mantan ART Memanas, Gugatan Rp1 Miliar Berlanjut
Mengapa Selebritas Dunia Menjadi Sasaran Boikot?
Seruan boikot terhadap selebritas berkembang seiring meningkatnya perhatian publik terhadap konflik Israel-Palestina dan kondisi kemanusiaan di Gaza.
Sebagian masyarakat memandang figur publik memiliki pengaruh besar untuk menyuarakan persoalan kemanusiaan. Karena itu, pernyataan maupun sikap mereka terhadap konflik tersebut dapat memicu dukungan atau penolakan dari penggemar.
Baca: Rebecca Klopper Bangkit Usai Kasus Hukum, Kini Fokus Karier dan Masa Depan
Media sosial juga mempermudah penyebaran kampanye boikot lintas negara. Pengguna dapat mengajak masyarakat memblokir akun selebritas, tidak membeli tiket konser, atau menghindari film dan produk yang melibatkan figur tertentu.
Meski begitu, tuduhan mengenai dukungan terhadap Israel perlu didasarkan pada pernyataan atau tindakan yang dapat diverifikasi. Kritik terhadap seseorang juga perlu dibedakan dari informasi yang belum terbukti maupun penilaian yang berkembang di media sosial.
Baca: Warung Nunung di Solo-Boyolali Sepi, Hanya 1-2 Pembeli Saat Jam Makan
Boikot Selebritas dan Dampaknya terhadap Industri Hiburan
Fenomena ini menunjukkan bahwa industri hiburan semakin berkaitan dengan isu sosial dan politik global. Popularitas tidak selalu melindungi selebritas dari kritik, terutama ketika sikap mereka dianggap bertentangan dengan nilai yang dianut sebagian penggemar.
Bagi industri hiburan, kampanye boikot dapat memengaruhi citra, hubungan dengan audiens, serta penerimaan terhadap karya tertentu. Namun, besarnya dampak tersebut tidak selalu sama dan perlu dinilai berdasarkan bukti yang tersedia.
Baca: Pesta Rakyat HUT TNI ke-81 di Bangkinang Resmi Ditutup, Artis Meriahkan Malam Penutupan
Pada akhirnya, kontroversi para selebritas dunia terkait Israel dan Palestina memperlihatkan besarnya pengaruh opini publik dalam era digital. Perkembangan setiap kasus tetap perlu dicermati agar seruan boikot tidak disamakan dengan pembatalan resmi atau sanksi yang benar-benar telah diberlakukan. (SM)
