Warung Nunung di Solo-Boyolali Sepi, Hanya 1-2 Pembeli Saat Jam Makan
KANALSUMATERA.com - BOYOLALI — Rumah makan milik komedian Nunung Srimulat, SongOseng by Mami Nunung, yang berada di kawasan Sawahan, Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, terpantau sepi pembeli meski berada di lokasi yang cukup strategis.
Rumah makan tersebut berada di kawasan perumahan yang berdekatan dengan sejumlah tempat usaha dan pabrik. Lokasinya juga berada di wilayah Boyolali yang berbatasan langsung dengan Kota Solo.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (06/10/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, suasana rumah makan terlihat lengang. Hanya terdapat beberapa orang, termasuk pelanggan dan pengemudi ojek online.
Baca: Pesta Rakyat HUT TNI ke-81 di Bangkinang Resmi Ditutup, Artis Meriahkan Malam Penutupan
Kondisi tersebut diakui adik Nunung, Danar Adi. Menurutnya, jumlah pelanggan mengalami penurunan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
"Yang jelas memang ada penurunan. Ada sempat kemarin itu sepi. Wong katanya yang beli cuma 1-2 orang. Padahal biasanya jam makan siang ramai, orang-orang kantor sekitar sini. Pesanan kayak Gojek biasanya ramai," kata dia saat ditemui detikJateng, Selasa (06/10/2026).
Baca: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, Indonesia Kehilangan Seniman Besar
Warung yang sebelumnya ramai itu kini terkadang hanya didatangi satu hingga dua pembeli dalam sehari. Padahal, waktu makan siang biasanya menjadi salah satu periode paling ramai bagi usaha kuliner tersebut.
Di dalam warung tampak sejumlah foto Nunung selama berkarier di dunia hiburan. Rumah makan itu juga masih beroperasi seperti biasa dan tidak tutup permanen.
Selain persoalan jumlah pelanggan, keluarga Nunung sebelumnya mengungkap adanya temuan sejumlah bungkusan mencurigakan di sekitar warung. Bungkusan tersebut disebut diduga berisi tanah kuburan.
Baca: Sara Wijayanto Resmi Gugat Cerai Demian Aditya, Sidang Perdana Segera Digelar
Nunung sendiri mengaku awalnya tidak langsung mempercayai dugaan yang berkaitan dengan hal mistis. Ia justru meminta keluarga melakukan evaluasi terhadap pengelolaan usaha, termasuk kualitas makanan dan pelayanan.
"Sebetulnya kalau aku pertama kali dikasih laporan, dikasih fotonya gitu, buat aku sih percaya gak percaya karena aku orangnya gak percayaan hal-hal kayak gitu. Cuma kalau dikait-kaitkan dengan sepinya warung, mulailah kita berpikir ke sana, tapi aku tetap positif terus, dan selalu bilang benahi ke dalam," tutur Nunung.
Menurut informasi keluarga, penurunan pelanggan mulai terasa sekitar satu hingga dua bulan terakhir dan semakin terlihat pada Agustus 2026.
Namun, faktor lokasi juga menjadi salah satu kemungkinan penyebab berkurangnya pelanggan. Danar menyebut warung tersebut sebelumnya memiliki pelanggan dari kawasan Solo, terutama pekerja kantoran. Setelah pindah lokasi, jarak menuju tempat makan menjadi lebih jauh bagi sebagian pelanggan lama.
Di sisi lain, keluarga Nunung memilih tidak menuduh pihak tertentu terkait temuan bungkusan tersebut. Mereka juga mengambil langkah dengan menggelar pengajian dan khataman Al-Qur'an di lokasi rumah makan.
Setelah kegiatan tersebut, kondisi warung disebut mulai mengalami perubahan dan jumlah pembeli perlahan meningkat.
"Pengajian, manggil ustaz. Ustaznya Mbak Nunung sendiri ke sini sama santrinya. Khataman Al-Qur'an di sini," ujar Danar.
Sementara itu, juru parkir warung bernama Bagyo mengaku menemukan tiga bungkusan di lokasi berbeda dalam kurun waktu sekitar satu bulan. Namun, ia menegaskan tidak mengetahui secara pasti isi bungkusan tersebut.
"Tanah kuburan apa tanah apa enggak tahu, dibungkus plastik," ujarnya.
Pihak keluarga pun memilih tetap berpikir positif dan tidak mengaitkan penurunan jumlah pelanggan dengan seseorang tanpa adanya bukti. Nunung disebut meminta keluarga untuk terus berikhtiar sekaligus melakukan pembenahan terhadap usaha.
Dengan kondisi tersebut, sepinya rumah makan Nunung masih menjadi perhatian. Di satu sisi muncul cerita mengenai temuan bungkusan mencurigakan, sementara faktor lokasi dan perubahan kebiasaan pelanggan juga menjadi pertimbangan yang perlu diperhatikan.
