Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional

Mawardi Tombang Amar
Selasa, 7 April 2026 19:08:45

KANALSUMATERA.com - Jakarta - Industri film nasional masih jalan di tempat. Padahal Indonesia memiliki segalanya baik di hulu berupa materi dan tema perfilman atau di hilir berupa pasar film yang menjanjikan.

Namun itu, menurut anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA, industri film nasional belum mendapatkan jati dirinya. Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) antara Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional dengan asosiasi/perusahaan perfilman pada Senin, (6/4/2026).

"Saat ini industri perfilman kita belum mampu mendongkrak industri kreatif dalam negeri karena identitas perfilman kita belum jelas arah kemana." terang Hendry Munief.

Dia menegaskan, idealnya pemerintah turut hadir untuk memberikan kemana arah industri film nasional. Dimana, film sebagai salah satu media efektif menyampaikan pesan kepada dunia seperti apa Indonesia ini sebenarnya.

Baca: Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan

"Pemerintah turut mengembangkan film yang berbasis nilai positif dan memperjelas tujuan berbangsa dan bernegara. Dengan menjadikan industri film itu akan memperjelas status Indonesia di mata dunia," terang Hendry Munief.

Memang dia mengakui, untuk mengkolaborasikan sektor komersil dan dan tujuan bernegara itu gampang-gampang susah. Namun akan ada celah karena banyak negara telah berhasil menjadikan industri perfilman sebagai media promosi nilai-nilai berbangsa mereka.

Film Lokal

Selain menyoroti industri film nasional, Hendry Munief juga menyoroti bioskop sebagai wadah komersil pemasaran film belum memberikan prioritas kepada film daerah.

"Pengelola Bioskop di tanah air saat ini belum memprioritaskan penayangan film daerah. Mereka masih mengandalkan film luar negeri di jam-jam tayang utama. Sehingga budaya lokal kurang terekspose baik itu di dalam negeri apalagi dilirik oleh bioskop luar negeriHendry Munief Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Industri Film Nasional

Jakarta - Industri film nasional masih jalan di tempat. Padahal Indonesia memiliki segalanya baik di hulu berupa materi dan tema perfilman atau di hilir berupa pasar film yang menjanjikan.

Namun itu, menurut anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief MBA, industri film nasional belum mendapatkan jati dirinya. Hal itu disampaikan oleh Hendry Munief saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) antara Panitia Kerja (Panja) Kreativitas dan Distribusi Film Nasional dengan asosiasi/perusahaan perfilman pada Senin, (6/4/2026).

"Saat ini industri perfilman kita belum mampu mendongkrak industri kreatif dalam negeri karena identitas perfilman kita belum jelas arah kemana." terang Hendry Munief.

Dia menegaskan, idealnya pemerintah turut hadir untuk memberikan kemana arah industri film nasional. Dimana, film sebagai salah satu media efektif menyampaikan pesan kepada dunia seperti apa Indonesia ini sebenarnya.

"Pemerintah turut mengembangkan film yang berbasis nilai positif dan memperjelas tujuan berbangsa dan bernegara. Dengan menjadikan industri film itu akan memperjelas status Indonesia di mata dunia," terang Hendry Munief.

Memang dia mengakui, untuk mengkolaborasikan sektor komersil dan dan tujuan bernegara itu gampang-gampang susah. Namun akan ada celah karena banyak negara telah berhasil menjadikan industri perfilman sebagai media promosi nilai-nilai berbangsa mereka.

Film Lokal

Selain menyoroti industri film nasional, Hendry Munief juga menyoroti bioskop sebagai wadah komersil pemasaran film belum memberikan prioritas kepada film daerah.

"Pengelola Bioskop di tanah air saat ini belum memprioritaskan penayangan film daerah. Mereka masih mengandalkan film luar negeri di jam-jam tayang utama. Sehingga budaya lokal kurang terekspose baik itu di dalam negeri apalagi dilirik oleh bioskop luar negeri." terang Hendry Munief usai RDP.

Dia menilai, jam tayang yang kurang menyebabkan para produser film tidak melirik konten lokal sebagai tema film. Mereka cenderung melihat dinamika dan kebiasaan pengelola bioskop sebagai pertimbangan. Padahal menurut Hendry Munief banyak budaya dan cerita lokal yang layak difilmkan.

"Kita meminta pemerintah membuat formula khusus agar bioskop diberikan batas minimal jam tayang film daerah sehingga geliat promosi budaya daerah bakal meningkat." terang ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Pemerintah mendorong pengembangan film berbasis budaya dan edukasi. Produksi film diawasi agar tidak melenceng dari nilai-nilai positif dan tujuan berbangsa dan bernegara." terang Hendry Munief usai RDP.

Dia menilai, jam tayang yang kurang menyebabkan para produser film tidak melirik konten lokal sebagai tema film. Mereka cenderung melihat dinamika dan kebiasaan pengelola bioskop sebagai pertimbangan. Padahal menurut Hendry Munief banyak budaya dan cerita lokal yang layak difilmkan.

"Kita meminta pemerintah membuat formula khusus agar bioskop diberikan batas minimal jam tayang film daerah sehingga geliat promosi budaya daerah bakal meningkat." terang ketua Forum Bisnis (Forbis) Riau ini.

Pemerintah mendorong pengembangan film berbasis budaya dan edukasi. Produksi film diawasi agar tidak melenceng dari nilai-nilai positif dan tujuan berbangsa dan bernegara.



Lainnya
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film SpongeBob SquarePants Meninggal Dunia
Seorang Ibu di Bandung Berhasil Peluk Marquez, Setelah
Sekilas Profil dan Nasihat Bijak Dato' Shake Seniman Jo
Icha Naga, Pemeran Pipit di Film Preman Pensiun yang Pe
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Nasional
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla, Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Puan Maharani Soroti Kesehatan Warga Terdampak Karhutla, Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Histori
Presiden Mesir Dikawal Pasukan Berkuda ke Istana, Prabo
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Politik
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah M
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I